'
METRO – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meresmikan peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah bekerja sama dengan BNI Kota Metro di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin (6/7/2026).
Program yang mengusung konsep "Dari Sampah Menuju Umroh" tersebut menggabungkan pengelolaan sampah dengan kebiasaan menabung. Hasil penjualan sampah yang dikelola nasabah dapat ditabung dan diarahkan untuk membantu masyarakat mewujudkan keinginan menunaikan ibadah umroh.
Bambang mengapresiasi inovasi Pesantren Bank Sampah bersama BNI Kota Metro tersebut. Menurutnya, program itu memberikan nilai tambah karena tidak hanya mendorong kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
"Kami dari Pemerintah Kota Metro senantiasa memberikan dukungan kepada Pesantren Bank Sampah yang telah bekerja sama dengan BNI Kota Metro dalam meluncurkan program yang sangat baik, yaitu pembukaan rekening dengan konsep 'Dari Sampah Menuju Umroh'. Ini merupakan gagasan dan inovasi yang luar biasa dari pengelola Bank Sampah," ujar Bambang.
Bambang berharap program tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan menabung.
Ia menilai kegiatan tersebut juga dapat menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, dan disiplin, terutama melalui kebiasaan memilah serta mengelola sampah rumah tangga.
Sebagai bentuk dukungan, Bambang memberikan tabungan awal kepada para penggerak Bank Sampah yang telah memiliki rekening.
Pemkot Metro juga menyatakan siap memberikan peralatan pendukung untuk pengembangan produk kerajinan berbahan dasar sampah apabila dibutuhkan.
30 Penggerak Jadi Nasabah Awal
Owner Pesantren Bank Sampah Slamet Riyadi mengatakan peluncuran rekening tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi tata kelola Bank Sampah, baik dari sisi administrasi maupun produktivitas.
Menurut Slamet, sebanyak 30 penggerak Pesantren Bank Sampah menjadi nasabah awal dalam program tersebut.
"Hari ini kami meluncurkan rekening yang diawali oleh 30 orang penggerak Pesantren Bank Sampah sebagai wujud komitmen yang telah kami ikrarkan sejak bulan lalu bahwa sudah saatnya pengelolaan Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas," jelasnya.
Slamet mengatakan hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dapat diolah kembali menjadi produk bernilai jual.
"Hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dengan demikian, sampah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir," ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi pemerintah, perbankan, dan masyarakat tersebut dapat memperluas manfaat pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Program "Dari Sampah Menuju Umroh" diharapkan dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Metro. (/ADV)
.jpg)
.jpg)
.jpg)